Pentingnya Kuliah Sebagai Salah Satu Konsep Kemampuan Profesional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapat melanjutkan tingkat pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi menjadi impian banyak orang khususnya masuk perguruan tinggi negri maupun swasta yang diinginkan. Akan tetapi nyatanya mampu untuk berada di bangku perguruan tinggi tidak dapat dinikmati secara merata oleh seluruh anak bangsa sehingga mengakibatkan adanya beberapa siswa-siswi yang memiliki keinginan untuk kuliah harus rela menunda atau bahkan tidak dapat menjangkau posisi tersebut . Banyak faktor yang menghambat seseorang agar bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi salah satu faktor tersebut yakni faktor ekonomi. Meninjau dari kondisi itu maka individu yang berhasil memperoleh bangku perkuliahan diharapkan memiliki output atau hasil yang lebih baik, lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu yang memiliki tingkat pendidikan dibawah perguruan tinggi. Hal ini juga telah tercantum didalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 26 Ayat 4 yang bertuliskan bahwa adanya standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi bertujuan agar tiap dari individu tersebut menjadi anggota masyarakat yang mulia, memiliki ilmu pengetahuan ketermpilan, kemandirian, serta memiliki sikap untuk menemukan, mengembangkan serta menerapkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni tersebut agar bermanfaat bagi kemanusiaan.

Menurut Suwardjono mahasiswa yang telah merasakan bangku perkuliahan mereka dituntut untuk memiliki kemampuan lainnya selain kemampuan teknis, yakni memiliki daya dan kerangka pikir serta sikap mental dan kepribadian tertentu, hal tersebut disebut juga sebagai kepribadian kesarjanaan atau kecendekiaan. Bila mahasiswa memiliki kepribadian yang telah disebutkan diatas maka tiap dari individu akan memiliki wawasan yang luas sehingga tampak perbedaan dari segi sikap hingga ilmu pengetahuan bila dibandingkan dengan orang-orang yang tidak merasakan bangku perkuliahan. Pada dasarnya dengan adanya minat didalam diri individu yang bersangkutan akan berpotensi adanya perubahan besar terkait dengan progres ilmu pengetahuan yang dimiliki dibandingkan dengan mereka yang dapat mengakses bangku perkuliahan akan tetapi tidak memiliki minat didalamnya, maka minat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seharusnya menjadi pondasi sebagai langkah awal perubahan.

Minat memiliki arti sebagai suatu bentuk kesibukan, ketertarikan, dan keterlibatan secara penuh dengan kegiatan tertentu atas dasar menyadari akan adanya kepentingan didalam kegiatan tersebut, adanya kesibukan merupakan indikasi awal yang memperlihatkan seseorang atau individu berminat akan sesuatu dengan diringi aktivitas tertentu . Melalui definisi ini maka minat dapat kita artikan bersama sebagai keinginan seseorang yang cenderung menetap bersumber dari kesadaran diri sendiri yang akhirnya akan diwujudkan atau direalisasikan melalui suatu tindakan. Dalam hal ini kuliah memang tidak dapat dihindarkan dari minat, apabila menetap dibangku perkuliahan tanpa minat maka terjadi keterpaksaan sehingga mahasiswa yang bersangkutan tidak akan pernah bisa nyaman dan menerima ilmu pengethuan tersebut secara utuh. Prof. Dr. Mohammad Nasih selaku Rektor Universitas Airlangga menekankan pentingnya melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi, argumen tersebut didukung oleh konsep profesional yang dimiliki oleh seorang individu ditinjau secara akademis melalui bangku perkuliahan. Konsep profesional disini memiliki arti bahwa seseorang akan dipandang di dunia yang lebih luas melalui tingkatan pendidikan yang mereka peroleh dengan usaha, maka akan sangat penting nantinya dalam mencari pekerjaan dan memudahkan seseorang bersosialisasi di lingkungan masyarakat bila terdapat bekal pendidikan yang cukup yakni melalui pembelajaran di perguruan tinggi.

Prof. Dr. Mohammad Nasih juga menambah pernyataannya bahwa nyatanya hukum alam bekerja dan selalu membuktikan bahwa orang yang berhasil kebanyakan lahir dari bangku perkuliahan apabila dibandingkan dengan keberhasilan orang-orang yang tidak berkuliah. Djagal menunjukkan data yang memperlihatkan bahwa memang sebanyak 80 persen orang sukses ternyata melalui pendidikan. Selebihnya, 20 persen atau bahkan 10 persen, seperti Bill Gate yang tidak lulus S1 tapi sukses, namun tetap saja jumlahnya tidak banyak. Data tersebut telah sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Prof. Dr. Mohammad Nasih dimana hukum alam memang benar adanya, banyak orang yang beranggapan bahwa tidak harus kuliah saja bisa sukses dengan panutan tokoh besar seperti Bill Gates, Bob Sadino, Larry Ellison dan lain-lain sebagai benteng argumen orang-orang yang tidak mementingkan kuliah, padahal orang-orang seperti yang telah disebutkan hanyalah sekian persen yang sangat kecil dimana individu bisa berhasil menjadi orang besar tanpa harus berkuliah karena pada akhirnya pendidikan sangatlah penting terutama masuk perguruan tinggi. Dalam dunia akademis, bangku perkuliahan dapat dianalogikan sebagai kunci, kuci yang dimaksud berorientasi pada bekal yang dapat digunakan sarajana lulusan perguruan tinggi untuk bertahan didunia luar untuk mencari pekerjaan hingga bersosialisasi. Disinilah kemampuan profesionalitas akan digunakan, selain itu mahasiswa dituntut untuk tidak berhenti belajar sekalipun telah lulus dari bangku perkuliahan karena pada dasarnya manusia akan selalu berkembang dan terus berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk kebutuhan akan ilmu pengetahuan.