#Belajardari McD dan Kopi Kenangan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Beberapa waktu yang lalu, jaringan makanan cepat saji, McDonalds (McD), membuat kehebohan dengan paket BTS Meals yang diluncurkannya pada Rabu, 9 Juni 2021, pukul 11.00 WIB di seluruh gerai McDonalds Indonesia. Sontak paket ini membuat ratusan orang rela antre dan rela bayar mahal orang untuk mendapatkan paket BTS. Bukan untuk “sekedar” makanannya, namun demi mendapatkan “bungkus makanan” dengan corak terbatas itu. Isi makanan dari paket BTS ini juga masih makanan yang biasa McD sajikan, yakni 9 potong Chicken McNuggets, Medium Fries, Medium Coca Cola, Saus Sweet Chili dan Saus Cajun. Makanan – makanan ini McD klaim sebagai makanan favorit para personil BTS ini dibanderol dengan harga Rp 45.455 (belum pajak).

Sebagaimana kita lihat, berikutnya yang terjadi adalah kerumunan di hampir seluruh gerai McD. Antrian yang didominasi ojek online dan remaja fans garis keras (ARMY) BTS menjadi sorotan berbagai pihak. Maklum, hari itu, angka kasus Covid-19 di Indonesia sedang tumbuh menanjak di angka 7500-an kasus baru (rekor harian saat itu).  Pemerintah juga masih memberlakukan PPKM Mikro guna menanggulangi wabah ini. Penulis mencatat di Jakarta saja, dari 32 gerai yang ditindak oleh aparat setempat, 20 di antaranya ditutup sementara dan 12 lainnya diberikan sanksi tertulis pada hari pertama BTS Meal ini.

Lain McD, lain Kopi kenangan. Di media sosial, sempat terjadi ketegangan antara Kopi Kenangan dan pihak Hotman Paris, di mana sang pengacara kondang menuntut Kopi Kenangan klarifikasi dengan tenggat waktu 3 hari. Warganet berupaya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, mengingat tampak sebelumnya kedua belah pihak tidak menunjukkan gelagat konflik yang sedemikian rupa. Tapi di kolom komentar sih sudah banyak yang paham, “S3 Marketing ini”, sahut beberapa akun.

Beberapa waktu kemudian terkuak jika yang disampaikan Bang Hotman (sapaan akrab Hotman Paris) adalah benar gimmick marketing semata. Kopi Kenangan bekerja sama dengannya guna meluncurkan Kopi dengan tajuk Sultan Boba. Jangan tanya rasanya bagaimana, toh ini tidak jauh beda dengan boba – boba lainnya. Bedanya ini ada “sultan-sultan”nya.

Kerumunan dan kontroversi, serta konflik yang terjadi kontan berbuah perhatian khalayak, gimmick kedua brand berhasil. Setidaknya, apa yang mereka lakukan berhasil bikin panas lawan. Sehari setelah #BTSMeals keluar, KFC Indonesia melalui akun Twitternya cek ombak seperti ini:

Gimmick secara bahasa artinya sebuah hal yang tidak serius, tidak benar – benar ada, sengaja dibuat untuk menarik perhatian khalayak, khususnya untuk membeli produk tertentu. Tujuan gimmick marketing adalah peningkatan brand awareness, sehingga mendukung angka penjualan dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Jauh sebelum ada media sosial seperti sekarang, Levinson (1993) sudah merumuskan bahwa produsen atau si penjual akan menampilkan satu sosok pengungkit dalam bagian produk tersebut, maka hal ini dapat dinyatakan sebagai model pemasaran gimmick. McD tentu paham bagaimana potensi pasar penggemar BTS di seluruh dunia. Mau tahu angkanya? berikut grafik dengan angka dari Twitter sebagai indikatornya.

Infographic: BTS Has An Unrivaled Twitter Fan Base | Statista You will find more infographics at Statista

Model gimmick lain yang kita bahas, Bang Hotman, memiliki 5.8 Juta pengikut di Instagram, menurut laman Starngage, berada pada peringkat 183 akun Instagram di Indonesia berdasarkan angka pengikutnya. Bahkan jika dikerucutkan pada kategori entrepreneur, maka Bang Hotman berada di peringkat 2, hanya kalah dari Sandiaga Uno yakni 7.5 Juta pengikut. Maka tak heran jika gimmick ini berhasil (termasuk berhasil membuat penulis membahasnya).

Dari dua brand di atas kita belajar, semua yang dilihat khalayak baik di dunia nyata maupun di media sosial adalah calculated, sudah disusun sedemikian rupa oleh si empu merk. Pilihan ada di kita, baik untuk larut, ikut antre, membeli atau bahkan memborong dan merayakan promonya, atau santai saja, ada barang kita beli, antre lama ya pulang saja. Kalau toh order online dan ojolnya antre lama, jangan lupa kasih tip yang layak, hitung sebagai amal. Sedangkan bagi yang tidak larut dalam gimmick ini, tidak perlu sensi dan maki – maki, namanya juga orang lagi usaha. Salam sehat.

Referensi:

  • Levinson, Jay Conrad (1993). Guerrilla Marketing Excellence: The 50 Golden Rules for Small Business success. New York: Houghton Mifflin Company, 143.